Sabtu, 31 Mei 2014

Peran Saudagar Mengislamkan Indonesia




Menurut sejarah, Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang muslim dari Gujarat, India. Namun sebagian ulama mengatakan bahwa Islam dibawa ke Indonesia oleh pedagang dari Yaman. Oleh karena itu, praktek-praktek ekonomi islam sudah akrab dengan bangsa Indonesia.

Karena Islam dibawa oleh pedagang maka Islam masuk melalui daerah pesisir. Hal ini disebabkan karena para pedagang menggunakan transportasi laut untuk masuk ke Indonesia. Sehingga banyak umat Islam yang bermukim di daerah pesisir yang kemudian masuk ke daerah pedalaman untuk menyebarkan agama Islam.

Para pedagang dari Arab dan Gujarat itu menyebarkan Islam kepada penduduk setempat di sekitar pesisir. Sebagian mengajarkan kepada santri-santri sehigga santri memiliki kemauan bisnis yang lebih dibanding penduduk lainnya. Kalangan santri yang juga jago berbisnis ini disegani oleh kolonial Belanda dan masyarakat. Hal ini disebabkan karena para pebisnis dari kalangan santri dikenal sebagai orang yang amanah dan jujur.

Salah satu bukti dari perkembangan Islam yang amat pesat adalah munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia yang bernama kesultanan Samudra pasai. Kerajaan ini terus berkembang dan diiukti dengan berkembangnya kerajaan Islam dan kantong-kantong bisnis di daerah lain seperti Bukittinggi, Aceh, Pekalongan, Tasikmalaya, Makasar, dan Gorontalo. Sehinga daerah ini dikenal sebagai daerah yang kental jiwa bisnisnya dan merupakan pusat dagang dan industri.

Bahkan pada tahun 1905 H. Samanhudi, seorang pedagang mendirikan Sarikat dagang Islam bersama temannya HOS Cokroaminoto. Perkumpulan pengusaha muslim ini didirikan untuk melawan diskriminasi dari pedagang Cina yang melakukan praktek bisnis yang tidak etis dan kotor. Disamping itu keinginan untuk menerapkan cara bisnis yang Islami juga menjadi pendorong berdirinya organisasi ini. Sehingga pengusaha muslim pada waktu itu punya wibawa dan tidak bisa diremehkan lagi oleh pengusaha dari etnis lain.

{ Read More }


Kamis, 22 Mei 2014

Jenis Jenis Usaha yang Bisa Dijalankan PNS

Setiap orang tentunya ingin memiliki pendapatan lebih diluar gaji pokoknya, tak terkecuali juga para pegawai instansi pemerintah seperti PNS ( Pegawai Negeri Sipil). Kendati mereka sudah memiliki gaji yang bisa dikatakan cukup, namun kebutuhan mereka tidak hanya monoton pada kebutuhan makan dan minum saja. Mereka juga pasti menginginkan memiliki mobil serta rumah mewah atau barang-barang mewah lainnya atau bahkan berlibur ke luar negeri dan sebagainya. Tak heran jika mereka ingin mencari penghasilan tambahan di luar gaji pokok mereka.


Ada beberapa jenis usaha sampingan yang mungkin bisa menjadi salah satu opsi pilihan bagi para PNS, diantaranya :
1.    Beternak hewan peliharaan atau hewan ternak
Salah satu pilihan usaha yang paling tepat bagi para PNS adalah beternak hewan peliharaan atau hewan ternak. Ini bisa dijadikan sebagai sebuah usaha yang paling baik bagi mereka, pasalnya waktu yang diluangkan untuk menjalankan bisnis ini bisa dilakukan diluar jam kerja mereka. 

Misalnya saja dengan beternak ayam. Ayam yang kita pilih bisa ayam kampung, ayam petelur, ataupun ayam pedaging. Kita bisa merawat ayam-ayam tersebut selepas pulang kerja. Tentunya hal ini tidak akan mengganggu aktivitas utama anda. Selain beternak ayam, kita juga bisa beternak ikan lele. Semua itu tergantung dari jumlah modal yang kita miliki.

2.    Toko dalam skala rumahan
Jenis usaha yang satu ini merupakan jenis usaha yang paling mudah untuk dijalankan. Pasalnya usaha ini bisa kita jalankan dirumah kita sendiri. Barang yang kita jual pun bisa bermacam-macam, mulai dari bahan-bahan pokok kebutuhan sehari-hari, atau barang-barang lainnya.

3.    MLM
Bisnis yang satu ini bisa menjadi solusi cerdas bagi para PNS yang tengah mencari usaha sampingan. Kita bisa menjual sebuah produk kepada rekan sekantor kita, kerabat, serta orang-orang disekitar kita. Keuntungan yang kita perlohe nantinya bisa menjadi penghasilan tambahan bagi kita.
Hal yang terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis adalah konsistensi serta bagaimana kita menjalankan usaha tersebut.
{ Read More }


IconIconIconFollow Me on Pinterest